aku sayang DUATIGA

aku melangkah masuk dengan penuh rasa kebanggaan dengan semangat yang membuat aku sekarang berdiri tegak menatap bangunan oranye dengan tiga pilar besar memperkokoh bangunan kuno itu. aku berjalan menuju kehidupanku mungkin selama tiga tahun ke depan aku akan menuntut ilmu, berbagi cerita, pengalaman manis pahit bahkan percintaan akan aku mulai dari sini
hingga akhirnya aku bertemu mereka mengawali kisah cerita bersama kita DUATIGA.

mungkin ini hanya

pertama kalinya aku melihat sekelilingku seperti ini, banyak hal yang berubah dalam hidup ini banyak juga yang mengatakan hidup itu sejalan dengan roda yang berputar namun bagiku semuanya tidak sejalan seperti itu, saat sekarang pun aku akan bertemu dengan masa lalu kembali lagi ke masa depan bukan kah aneh dunia ini?
aku akan memulai jejakku dari awal masuk SMA hanya ini yang aku punya kenangan yang tak akan aku lupakan bersama mereka yang membawaku dalam suka duka cerita kenangan.

Selasa, 17 Mei 2011

sahabat dan pacar keduanya

aku sekarang mempunyai sahabat, dia baik mau menolong sesama dan mau mendengarkan ceritaku yang amburadul kian kemari. bagiku dia hebat amazing you know? banyak cowok yang suka sama dia namun cinta dia mungkin hanya untuk si penyair kita.sebenarnya aku tau sedikit cerita tentang mereka bahkan orang ketiga, ya aku tau seharusnya aku tak usah ikut campur tetapi mereka berdua selalu bercerita jadi apadaya aku untuk menolak, bukankah mereka berdua tau bahwa aku adalah anak kecil yang cerewet dan kadang ceplas ceplos? dan akhirnya sekarang mereka sudah menjalin hubungan jadi mereka tidak perlu lagi bercerita padaku tentang percintaan mereka.terimakasih sipenyair sudah mau mendengarkan curahan hati aku, dan juga sisahabat yang mau memberikan nasehat yang sedikit mengobati sakit hatiku. kalian memang the best listeners aku haha, aku tidak mau sahabat makan sahabat mungkin kita ada kesalahpahaman yang belum tertuntaskan tetapi jujur aku agak nggak ngeh kalo aku dibilang masih anak kecil atau polos dan sebagainya aku lebih suka mereka bilang kamu adalah kamu dengan begitu aku merasa seperti diriku sendiri dan tidak akan menjadi orang lain yang seperti mereka katakan, jangan remehkan kita. sekarang giliranku bercerita kepada mereka, mereka malah menganggapku sebagai anak polos yang perlu secuil kedewasaan. disini aku akan buktikan bagaimana aku bisa merubah diriku sendiri tanpa cekcok orang lain. aku pasti bisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar