aku sayang DUATIGA

aku melangkah masuk dengan penuh rasa kebanggaan dengan semangat yang membuat aku sekarang berdiri tegak menatap bangunan oranye dengan tiga pilar besar memperkokoh bangunan kuno itu. aku berjalan menuju kehidupanku mungkin selama tiga tahun ke depan aku akan menuntut ilmu, berbagi cerita, pengalaman manis pahit bahkan percintaan akan aku mulai dari sini
hingga akhirnya aku bertemu mereka mengawali kisah cerita bersama kita DUATIGA.

mungkin ini hanya

pertama kalinya aku melihat sekelilingku seperti ini, banyak hal yang berubah dalam hidup ini banyak juga yang mengatakan hidup itu sejalan dengan roda yang berputar namun bagiku semuanya tidak sejalan seperti itu, saat sekarang pun aku akan bertemu dengan masa lalu kembali lagi ke masa depan bukan kah aneh dunia ini?
aku akan memulai jejakku dari awal masuk SMA hanya ini yang aku punya kenangan yang tak akan aku lupakan bersama mereka yang membawaku dalam suka duka cerita kenangan.

Jumat, 10 Juni 2011

ssstttt rahasiyaaa

Kemarin Rabu tanggal 25 Mei 2011 adalah hari yang sangat sangat surprised buat aku, selain itu satu bulan kemudian merupakan hari ulang tahun ku. Rencana hari rabu kemarin pulang sekolah langsung balik ke rumah tapi karena untuk mengenang masa-masa kelas sepuluh dan kepergian kelas duabelas aku putuskan pulang sore aja bareng sahabatku. Mumpung ada yang latihan pengibaran sama penurunan aku jadi ingin duduk di tiang bendera, lumayanlah melepas rasa kangen duduk di situ. Walaupun aku tahu kamu ada disitu, tapikan aku sudah melupakanmu jadi no problem. Waktu aku main tali tiang bendera nggak nyangka kamu usil ngiket aku di tiang bendera, muter-muterin tali segala. Astaga ada apa ini? Dalam keadaan gak bisa berkutik aku Cuma bisa teriak-teriak gaje dan mencoba melepaskan tali, parahnya lagi tiba-tiba kamu duduk dan ujung tali tiang kamu dudukin, pas banget jadi tontonan orang banyak sedangkan yang di tiang bendera Cuma aku dan kamu, bayangkan aku malu dan sangat percuma aku tundukkan kepala karena semua teman-teman kita pasti tau muka ku udah kayak kepiting. Sejenak aku berpikir tumben banget kamu mau ngerjain aku, biasanya aja gak pernah apa ada yang salah dengan otakmu?. Beginikah memulai pertemanan? Retoris. Secara pribadi aku memang nggak bisa nebak jalan pikiran kamu, kadang baik banget, kadang bikin sakit hati, kadang usil gak jelas. Aku hampir lupa akan kata melupakan mu sebagai seseorang yang mungkin dulu aku harapkan. Namun kini aku hanya mau menjadi seorang teman dan melupakan kejadian masa lalu tentang kita. Bahkan hal-hal yang kamu anggap sepele mungkin akan menjadi kenangan yang nggak mungkin kita lupakan. Saat aku ingin berteman denganmu selalu saja ada ejekan melayang-layang di antara kita, padahal sebelum ejekan itu melayang kamu udah mau ngajak omong lagi, tetapi kalau sudah ada secuil ejekan tiba-tiba kamu marah lagi, kalau aku ajak omong pasti kamu ngomongnya nyentak-nyentak, sakit gilak. Kita itu bagaikan air sama minyak, kamu minyak aku air. Aku ajak baikan kamunya nolak terus dan buntu. Kapan kita bisa klop yee. Aku Cuma bisa menatap langit yang menggantung bak pertemanan kita yang ancur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar